Minggu, 05 April 2015

MY ADVENTURE II



Insomnia

Fikiranku berkelana jauh melayang
Mengandaikan scenario Tuhan yang belum terjadi
Menguap seseringkali ,
Namun enggan terpejam menutup hari
Tiada tahu apa yang mau ditanyakan
Dan enggan mencari sebuah jawaban
Menanti berlalunya si petunjuk waktu
Ayam bernyanyi pertanda hari telah berganti

(Pantai Bira (Bulukumba),4 April 2015)
Sinar

                                                                  Bagai satu titik yang mencari celah
                                                                             Menembus gulita yang penuh tanda Tanya
                                                             Satu berkas yang member arti
                                                                  Satu titik yang ikhlas akan makna
                                                         Satu pelita pemberi harapan
                                                                           Berhamburan keluar menerangi lintasan
                                                                                      Lintasan para insan yang ingin menikmati karya
Karya agung sang maha Pencipta  alam jagat raya

(Bira (Bulukumba),5 April 2015)
Ombak 

Adakah pesan dibalik deburanmu?
Deburan yang datang bagai gemuruh amarah
Dan kembali dengan penuh ketenangan
Merenggut damai seluruh harapan tertulis
Membawabya entah ke ujung mana
Bila suatu saat engkau datang kembali
Tinggalkanku sepucuk  pesan  untuk hari esok
Agar aku sudi untuk berpijak
berpijak menatapmu di sudut pantai ini

(Bira (Bulukumba),5 April 2015)

Renungan Kalbu



Kembali

Oleh :Srikandhi pena

Bila sang waktu tiba
Ku tak ingin seorangpun datang menggaguku
Meskipun itu engkau yang selalu menjadi Tanya
Tanya besar di dalam setiap doa yang tak pernah usai
Doa yang kini tengah membawaku menyusuri jalan
Jalan yang penuh dengan persimpangan
Ingin belok ke kanan…..
Belok ke kiri…….
Atau bahkan berjalan lurus
Entahlah!terlalu penuh otakku untuk memikirkanya
Di tengah seribu Tanya yang hadir
Datanglah dua orang kisana yang mengganggu lamunan
Aku tak tahu harus memandang siapa dan apa?
Disana terlalu tulus untuk menanti
Sedang disini  terlalu nyaman untuk beranjak pergi
Kini aku tengah terjebak
Di dalam dosa terindah di tengah penantian
Tuhan Engkau dimana?
Terlalu jauh kaki ini melangkah
Terlampau jauh lisan ini berucap
Bait indah doa yang dulu ku panjatkan
Kini seakah hadir menjadi bomerang
Boomerang yang setiap saat akan merenggut harga diriku
Di tengah janji indah yang pernah dia bisikkan dalam gelapnya malam
Tuhan,,,
bawalah daku pulang
Ke pangkuan ibunda yang telah lama ku tinggalkan
Ku lupa percaya gemingan doa
Ku lupa percaya  restu ke dua orang tua
Tuhan,,,,
Terlampau jauh diri ini melangkah
Tersesat dalam kenikmatan surga duniawi
Ku tak butuh mereka datang mengagumi
Yang ku ingin hanyalah restu-MU kembali

(makkasar,15 maret 2015)