Selasa, 24 November 2015




Goresan 24


Tokoh Pengganti

Entah apa yang ada di dalam benaknya ketika ia kembali pada alur cerita yang sama, atau bahkan judul yang tetap egois mempertahankan dirinya sendiri.  Bagai tupai yang telah jatuh namun masih tetap memilih untuk memberanikan diri melewati lubang yang sama. Kali ini alurnya tak jauh berbeda, hanya saja tokoh utama dalam  ceritanya berubah. Pelukan itu, detak jantung yang memiliki iramanya sendiri,  bahkan rahasia kotak Tuhan yang berdinding batu bata ini masih tetap menyediakan kenyamanan yang tiada duanya.


Sekejap semuanya berubah ketika sekelebat bayangan tokoh lama muncul dalam ingatan. Tokoh lama yang mungkin tetap mengabadikan dirinya pada ruang yang tersusun atas serat-serat lembut yang mudah rusak dan putus ketika keinginan tak sejalan dengan kenyataan yang ada.


Bagai ingin mendekap jiwa yang sama namun dalam raga yang berbeda. Meskipun debarnya sama , namun satu hal yang ku tahu, jika ia tak benar-benar menginginkan kehadirannya.
Tuhan hentikan para iblis yang mengamini kisahnya……


                                                **************************  


Minggu, 05 April 2015

MY ADVENTURE II



Insomnia

Fikiranku berkelana jauh melayang
Mengandaikan scenario Tuhan yang belum terjadi
Menguap seseringkali ,
Namun enggan terpejam menutup hari
Tiada tahu apa yang mau ditanyakan
Dan enggan mencari sebuah jawaban
Menanti berlalunya si petunjuk waktu
Ayam bernyanyi pertanda hari telah berganti

(Pantai Bira (Bulukumba),4 April 2015)
Sinar

                                                                  Bagai satu titik yang mencari celah
                                                                             Menembus gulita yang penuh tanda Tanya
                                                             Satu berkas yang member arti
                                                                  Satu titik yang ikhlas akan makna
                                                         Satu pelita pemberi harapan
                                                                           Berhamburan keluar menerangi lintasan
                                                                                      Lintasan para insan yang ingin menikmati karya
Karya agung sang maha Pencipta  alam jagat raya

(Bira (Bulukumba),5 April 2015)
Ombak 

Adakah pesan dibalik deburanmu?
Deburan yang datang bagai gemuruh amarah
Dan kembali dengan penuh ketenangan
Merenggut damai seluruh harapan tertulis
Membawabya entah ke ujung mana
Bila suatu saat engkau datang kembali
Tinggalkanku sepucuk  pesan  untuk hari esok
Agar aku sudi untuk berpijak
berpijak menatapmu di sudut pantai ini

(Bira (Bulukumba),5 April 2015)

Renungan Kalbu



Kembali

Oleh :Srikandhi pena

Bila sang waktu tiba
Ku tak ingin seorangpun datang menggaguku
Meskipun itu engkau yang selalu menjadi Tanya
Tanya besar di dalam setiap doa yang tak pernah usai
Doa yang kini tengah membawaku menyusuri jalan
Jalan yang penuh dengan persimpangan
Ingin belok ke kanan…..
Belok ke kiri…….
Atau bahkan berjalan lurus
Entahlah!terlalu penuh otakku untuk memikirkanya
Di tengah seribu Tanya yang hadir
Datanglah dua orang kisana yang mengganggu lamunan
Aku tak tahu harus memandang siapa dan apa?
Disana terlalu tulus untuk menanti
Sedang disini  terlalu nyaman untuk beranjak pergi
Kini aku tengah terjebak
Di dalam dosa terindah di tengah penantian
Tuhan Engkau dimana?
Terlalu jauh kaki ini melangkah
Terlampau jauh lisan ini berucap
Bait indah doa yang dulu ku panjatkan
Kini seakah hadir menjadi bomerang
Boomerang yang setiap saat akan merenggut harga diriku
Di tengah janji indah yang pernah dia bisikkan dalam gelapnya malam
Tuhan,,,
bawalah daku pulang
Ke pangkuan ibunda yang telah lama ku tinggalkan
Ku lupa percaya gemingan doa
Ku lupa percaya  restu ke dua orang tua
Tuhan,,,,
Terlampau jauh diri ini melangkah
Tersesat dalam kenikmatan surga duniawi
Ku tak butuh mereka datang mengagumi
Yang ku ingin hanyalah restu-MU kembali

(makkasar,15 maret 2015)

Minggu, 25 Januari 2015

Goresan Pena Srikandhi



Menepis Sekat

Merantau di pulau sebrang berharap pulang ku akan membawa sekarung ilmu .Tak peduli apa yang mereka bilang,jikalau tekad telah mebulat lisanpun tiada akan menjadi alasan penggugat .Bagai lahir ke dunia baru ,tiada mengenal sesama ataupun adat .Rasa canggung seakan terkadang  datang menyekap dalam kesunyian langkah yang tiada tau arah .

Namun sekejap  semua berubah ,ketika tanggung jawab memaksa datang untuk merapat .Canda dan tawa terikat oleh satu rasa yang datang tiada terduga ,seakan menepis sekat di antara kita.Terkadang dalam hati  seiring datang bertanya ,apakah ini hanyalah mimpi di siang bolong ataukah roda waktu berputar begitu cepat ?. Sejenak terkadang aku tak tahu sedang berada di dunia mana.Akankah semua berhenti disini atau bahkan waktu mengizinkan untuk menemui rasa yang sama di hari esok.

Entahlah…
Aku tidak pernah tahu akan jawabanya .Jikalau mungkin  bintang malam ini berusaha membisikanya di telingaku ,mungkin aku akan berusaha berpura-pura untuk tak mendengar .Karena aku terlalu takut bila kenyataan yang di tawarkan oleh waktu tiada akan pernah datang lagi untuk berpihak.Terimakasih untuk semua kolaborasi rasa yang telah kau beri hari ini,ku harap ku takkan menemukan tanda titik dibalik cerita kecil yang sederhana ini .Cukuplah tanda koma untuk menyambung rasa peduli yang takkan pernah mati.