Menepis Sekat
Merantau di pulau sebrang berharap pulang ku
akan membawa sekarung ilmu .Tak peduli apa yang mereka bilang,jikalau tekad
telah mebulat lisanpun tiada akan menjadi alasan penggugat .Bagai lahir ke dunia
baru ,tiada mengenal sesama ataupun adat .Rasa canggung seakan terkadang datang menyekap dalam kesunyian langkah yang
tiada tau arah .
Namun sekejap semua berubah ,ketika tanggung jawab memaksa
datang untuk merapat .Canda dan tawa terikat oleh satu rasa yang datang tiada
terduga ,seakan menepis sekat di antara kita.Terkadang dalam hati seiring datang bertanya ,apakah ini hanyalah
mimpi di siang bolong ataukah roda waktu berputar begitu cepat ?. Sejenak
terkadang aku tak tahu sedang berada di dunia mana.Akankah semua berhenti
disini atau bahkan waktu mengizinkan untuk menemui rasa yang sama di hari esok.
Entahlah…
Aku tidak pernah tahu akan jawabanya .Jikalau
mungkin bintang malam ini berusaha membisikanya
di telingaku ,mungkin aku akan berusaha berpura-pura untuk tak mendengar
.Karena aku terlalu takut bila kenyataan yang di tawarkan oleh waktu tiada akan
pernah datang lagi untuk berpihak.Terimakasih untuk semua kolaborasi rasa yang
telah kau beri hari ini,ku harap ku takkan menemukan tanda titik dibalik cerita
kecil yang sederhana ini .Cukuplah tanda koma untuk menyambung rasa peduli yang
takkan pernah mati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar