Rabu, 17 Desember 2014

SANG SRIKANDI PENA




WARNA...


Warna apa yang pantas untuk menggambarkan dirimu?


Terkadang setelah jauh mengarungi samudra kehidupan ,barulah kita sadari bahwa sesungguhnya hantaman ombak yang keras terkadang menyiratkan sebuah pesan , yang mungkin hanya mampu di mengerti oleh hati yang jatuh cinta akan sebuah kedamaian . Sesungguhnya hanya kita dan Sang Maha cinta yang tahu apa yang dibutuhkan oleh raga dan jiwa ini . Meski terkadang pula kita tak bisa menampik akan hadirnya seorang penyusup yang seolah  terkadang membuat kita gila bila tak mendengar suaranya , senyumanya dan belaian lembut kasihnya , dimana seolah mampu meramalkan sesuatu yang terbaik bagi diri kita.


Terkadang pula seorang mahluk Tuhan bertanya warna apa yang sesungguhnya melambangkan segala hal pada dirinya.
“Akankah biru yang menggambarkan sebuah kedamaian.”
“Ataukah kelabu yang mengisyaratkan sebuah kegalauan.”
“Atau bahkan , merah yang selalu merindukan akan sebuah keberanian.”


Apapun itu warna yang kau pilih untuk dirimu  , setidaknya bukanlah sebuah keterpaksaan yang seolah memaksamu untuk menjadi orang lain dalam hidupmu.  Bukankah lebih bangga bila kita dikenal karena warna kita sendiri? Daripada dikenal sebagai seseorang yang mengikuti warna orang lain. Janganlah takut menjadi warna putih diantara warna hitam yang mendominasi ,karena sesungguhnya tiada akan pernah kau tahu  , kapan warnamu  mampu menjadi kompas bagi mereka  yang masih tersesat dalam mencapai warna hidup yang hakiki.









Senin, 15 Desember 2014

HITAM PUTIH POTRET NEGERIKU



Kebijakan Sosial dan Perencanaan Sosial

Ketika berbicara mengenai negara –negara dunia ketiga (negara berkembang ) tentu akan erat kaitanya mengenai masalah pembangunan ,proses pembangunan  di sebuah negara tentu akan mengakibatkan adanya perubahan sosial .Dampak positif maupun negative yang ditimbulkan dalam kasus ini tentu akan menjadi factor pendorong munculnya perhatian terhadap pentingnya kebijakan sosial dalam memandu kegiatan-kegiatan pembangunan.

Berbagai masalah sosial yang timbul di negara berkembang  seperti halnya masalah konvensional seperti kemiskinan,keterbelakangandan masalah kontenmporer seperti kenakalan remaja,eksploitasi terhadap anak dsb ,tentu hal akan menghambat individu dan anggota masyarakat  dalam memenuhi kebutuhan hidupnya,terlebih bagi mereka yang rentan akan perubahan sosial ini semisal  para lansia yang tidak memiliki keluarga , anak yatim piatu,korban bencana alam yang tentu sangat membutuhkan pelayanan sosial guna mempertahankan hidupnya. Untuk mengatasi masalah –masalah sosial di atas diperlukan adanya perangkat,mekanisme dan system yang dapat menunjang taraf hidup masyarakat  ,agar mereka mampu memaksimalkan kapasitasnya sebagai warga negara dan mampu menjalankan peranan-peranan sosialnya di masyarakat .Oleh karena itu kebijakan sosial hadir untuk memecahkan masalah sosial ,pemecahan masalah ini diartikan sebagai  mengusahakan dan mengadakan perbaikan  karena ada sesuatu keadaan sosial yang tidak diharapkan missal kemiskinan , dan memenuhi kebutuhan sosial bagi semua golongan masyarakat serta   meningkatkan kemampuan mereka dalam menghadapi perubahan sosial.

Membahas mengenai kebijakan sosial tentu erat kaitanya dengan perencanaan sosial,bahkan terkadang dua konsep ini sering kali dianggap sama artinya.Secara teoritik dalam hal tertentu kebijakan dapat dilaksanakan dalam waktu yang berbeda dan orang yang berbeda pula.Dalam hal ini terdapat dua pendekatan yang bisa kita lakukan
Pertama melihat kebijakan sosial sebagai induk yang dijadikan patokan dalam membuat perencanaan sosial ,sebagai contoh kebijakan di sector pendidikan yang menyatakan bahwa untuk memperbaiki kualitas sumber daya manusia yang mumpuni  di era globalisai diperlukan adanya peningkatan kualitas atau mutu pendidikan di berbagai daerah . Maka berdasarkan kebijakan tersebut ,dilakukanlah perencanaan sosial yang meliputi penyediaan sarana dan prasarana pendidikan yang memenuhi standart di berbagai daerah , pemberlakuan kurikulum pendidikan yang menunjang ,bagaimana para tenaga pengajar yang harus memenuhi standart dalam proses belajar mengajar dan sebagainya
Kedua  melihat kebijakan sosial yang merupakan  bagian dari perencanaan sosial ,dimana pendekatan ini merupakan kebalikan dari pendekatan yang pertama ,kebijakan sosial disini dilihat sebagai produk  yang akan dihasilkan oleh perencanaan sosial.

Operasionalisai kebijakan sosial dan perencanaan sosial dari kedua pendekatan ini dirumuskandalam bentuk pelayanan sosial dan program sosial.Selanjutnya yakni mengenai siapa yang menbuat kebijakan dan perencanaan sosial ,di banyak kasus perumusan kebijakan sosial lebih banyak di lakukan oleh para politisi sedangkan perencanaan dibuat oleh para perencana yang terdapat di badan-badan perencanaan nasional yang bekerja pada suatu bagian khusus di suatu department ,misal departemen pendidikan.

Referensi bacaan:

Suharto ,Edi.2008.Analisis Kebijakan Publik.Bandung: Alfabeta